Regulasi Diri

‘Tanpa goal, seseorang akan stagnan’ -Prof.Asmadi

Menurut Bandura, kemampuan regulasi diri dihasilkan dari kemampuan forethought atau kemampuan untuk memikirkan masa depan. Dimana kemampuan tersebut memengaruhi perilaku seseorang saat ini. Dimana hal tersebut akan menghasilkan motivasi internal, yang dapat memicu aktivitasnya, atau dalam bahasa pribadiku melahirkan ambisi.

Ketika seseorang ‘regulated’, maka akan terjadi perubahan gradual kontrol. Dimana kontrol internal  akan menjadi kontrol eksternal atas perilakunya.

Dia memberlakukan standar internal sesuai dengan kecakapan dirinya.

Dia memberikan reinforcement pada dirinya sendiri.

Dia memberlakukan punishment untuk dirinya sendiri.

Dia melakukan evaluasi atas dirinya sendiri.

Dia akan menjadi manusia dengan konsep sempurna, dan sangat positif.

Ya, dia. Bagaimana dengan kabarmu?

Bukannya aku manusia tanpa tujuan, tapi sangat sulit bagiku untuk melakukan hal itu. Sebenarnya ini masalah persepsi.

Aku hanya belum menemukan ‘moment’ yang pas untuk menspesifikkan diriku. Sebagai manusia general dengan kemampua sekitar rata-rata hampir disegala sektor, aku buta. Sebenarnya aku tahu satu hal dua hal tiga hal pasti yang mencirikan dan aku gemari, tapi itulah namanya kemarukan. Aku masih menuntut kesempurnaan atas diriku.

Jika Carl Jung bisa menamparku, mungkin dia mengatakan ‘Kau harus menerima dan memaafkan sisi gelapmu’.

Segeralah spesifik, segeralah beregulasi.

Kamu adalah pemegang kuasa atas dirimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s