Kala itu, aku berdiskusi dengan teman-teman baruku lintas jurusan seputar sebuah kegiatan kreativitas mahasiswa yang akan kami ikuti.

Saling bertukar pandangan, didalam diskusi ini aku lebih banyak diam. Aku mencermati setiap jengkal pemikiran mereka yang membuatku banyak menyesali apa saja yang telah kulakukan selama masa berkuliah.

Mereka sangat concern di bidangnya.

Kendati ilmu yang mereka pelajari tidak menjadi dominasi opsi utama dalam pilihan calon mahasiswa, mereka sangat percaya diri dengan ilmu mereka.

Bukan berarti aku tidak  mempelajari ilmuku dengan baik, hanya saja tiba-tiba iri dengan semangat keilmuan mereka.

Disana aku menyadari pentingnya keluar untuk kedalam. Maksudku, kita perlu masanya berbelanja keluar sesekali sekalipun kita memiliki kebun tani. Semua butuh uprading.

Sebuah intropeksi yang sangat mendalam bagiku, melihat begitu banyak list target, harapan, dan tujuan serta puluhan buku yang menangis tidak berguna. Aku menyesali seluruh waktu yang pernah kulewatkan, seharusnya aku bisa lebih serius.

Setiap pertemuan, selalu memberikan pelajaran, terimakasih teman-teman 🙂

 

Advertisements